Kamis, 30 April 2009

Mulailah Sesuatu Dengan Yang Kanan

# Kupasan I – 1

Mulailah Sesuatu Dengan Yang Kanan

Untuk berbuat dan melakukan sesuatu

pikiran kita memegang peranan utama.

Start-up awal ini sangat menentukan kiprah kita

Anda harus tahu apa yang mempengaruhinya

Maka itu selalu gunakan yang kanan dalam berpikir

Untuk bertindak dan berbuat sehingga dijamin

Anda akan sukses dan berhasil

MULAILAH SESUATU DENGAN YANG KANAN

Otak Kanan dan Kiri

Wow begitu membaca judul tulisan diatas tentu timbul suatu rasa penasaran (mudah-mudahan benar ya) tentang apa sih istimewanya yang kanan itu, sehingga kok timbul judul mulailah sesuatu dengan yang kanan.

Dalam pembicaraan sehari-hari kita sering mendengar suatu istilah langkah kanan, tangan kanan atau mau mendahului pakai yang kanan. Wah anda sudah tahu jawabannya ya. Kalau sudah tau saya tidak perlu melanjutkan lagi tulisan ini. Ha...ha bercanda saja kok, ya ialah pasti akan saya bahas dibawah ini.

jangan dulu bilang bosan sebab anda harus tahu bahwa “pemikiran” bosan yang negatif anda itulah yang lahir dari otak kiri. Aura negatif yang menstimulus pemikiran anda itu muncul dari hasil input dan outoput otak kiri. Anda pernah mendengar orang berkata waduh hari ini perasaan aku tidak enak, kurang sreg, tadi malam mimpi seram, mimpi giginya copot. Bisanya mimpi ini diartikan pertanda yang tidak baik, atau perasaan kurang sreg itu diartikan sebagai sesuatu yang tidak baik. Fenomena ini terjadi ditingkatan masyarakat yang “berpikiran” kekirian. Ini sudah semacam tradisi, sehingga jika kita mengalami hal seperti ini “perasaan kurang enak”dan “mimpi jelek” yang kita alami akan kita ingat-ingat terus dan ini namanya aura negatif (pikiran kiri karena berhitung-hitung dengan logika). Mau bepergian ingat, mau kerja teringat, mau naik motor/mobil teringat, mau melakukan apapun kita akan ingat terus dengan “perasaan kurang enak” dan “mimpi jelek”. Apa yang terjadi adalah kita terus menciptakan dan menarik aura-aura negatif sehingga bertambah banyak, pikiran kita jadi terkonsetrasi ke “perasaan kurang enak” dan “mimpi jelek” yang kita alami, sehingga kita tidak focus ke perjalanan kita sambil membawa motor/mobil, kepekerjaan kita, percakapan kita dan semua kegiatan kita. Nach apa kita bayangkan tentang hal-hal negatif yang akan terjadi pasti akan terjadi. Kenapa ? Yach gampang saja karena anda mengingat terus sehingga makin “mengkonsentrasikan” agar yang jelek itu terjadi. Anda sudah “mulai meniatkan” bencana atau boleh dikatakan anda meminta bencana itu datang dan menghampiri Anda. Ya sama dengan “berdoalah” ya……tentu akan dikabulkan oleh Allah atau Tuhan Yang Maha Esa. Jadi jangan pernah membayangkan dan menarik pikiran-pikiran negatif yang lahir dari otak kiri anda.

Istilah kanan ini menyiratkan bahwa memang dijagad bumi kita ini, kalau kita mau unggul dan lebih maju lebih mantap lebih sukses selalu gunakan yang kanan. Tetapi ingat orang kanan hanya minoritas saja dijagad ini dan yang banyak adalah orang kiri. Maka itu yang berhasil dan sukses jumlahnya sangat sedikit di Indonesia dan di dunia. Dan biasanya juga orang yang kiri yang jumlahnya minoritas ini dianggap rada aneh dalam konsep pemikiranya.

Berapa umur anda sekarang ? Wah ada yang baru lingkungan 20an, 30an, 40an, 50an dan 60an bahkan lebih. Bagaimana anda menyingkapi kehidupan selama umur anda diberikan oleh sang Kholik, Tuhan Yang Menciptakan Kita. Anda merasa cepat betul waktu berlalu meninggalkan kita. Tak terasa umur kita sudah seperti sekarang ini. Bagaimana pencapaian kehidupan anda, sukses sesuai keinginan atau biasa-bisa saja atau malah ada yang semakin turun. Coba anda cermati dan renuangkan 5 tahun yang lalu saya bagaimana dan apa pencapaian yang telah saya lakukan. 5 tahun yang akan datang apa yang akan saya lakukan. Apa kehidupan saya semakin baik atau sebaliknya. Eiit...jangan buru-buru menuding saya yang tidak-tidak ya. Jangan gunakan otak kiri anda dalam memaknai tulisan saya diatas. Otak inilah yang telah menjajah kita selama ini karena kita memang di”kurikulumkan” dari SD, SMP, SLTA dan Perguruan Tinggi selalu menggunakan otak kiri. Aduh bingung ya, dengarnya (emank sengaja dibikin bingung biar anda buat ikatan Orang Bingung Indonesia = IOBI). Simak apa yang dikatakan Pak Purdi E Chandra sang juragan laba-laba (labanya berlipat ganda) Primagama. Memang saya lihat pendidikan kita itu dari otak kiri saja. Padahal kalau kita garap yang kanan, porsinya banyak, maka otomatis otak kirinya naik. Tapi kalau kita banyakin kiri, kanan ndak ikut naik. Kanan itu adalah praktek. Orang yang akademik, sekolahnya pintar, IP atau nilai tinggi, dia tidak berani menentang teori. Jadi seperti robotlah mereka. Dia tidak berani membuat kreasi sendiri. Padahal hidup dia itu bukan di masa lalu. Hidup dia itu kan di masa datang, dan itu serba berubah cepat. Tidak ada yang sama dengan teori yang dia pelajari. Teori itu kan hasil temuan. Kenapa kita tidak bisa menemukan sendiri?

Masyarakat dan sistem pendidikan terlalu menekankan aktivitas mental belahan otak kiri”. [1]

Masyarakat umumnya lebih mementingkan analisis, logika, matematika dan jarang sekali memperhatikan atau kurang mengoptimalkan fungsi belahan otak kanan dalam pembelajaran (Khoo, Adam 1999). Pada kenyataannya memang sejak awal pendidikan tidak lebih dari 10 % mata pelajaran yang memakai fungsi belahan otak kanan, seperti kesenian dan musik. Bagaimana cara mendayagunakan belahan otak kanan atau memaksimalkan fungsi belahan otak kanan untuk pembelajaran?

Setiap belahan otak (kiri atau kanan) mempunyai fungsi yang berbeda. Belahan otak kiri berhubungan dengan logika, analisa, bahasa, rangkaian (sequence) dan matematika. Jadi belahan otak kiri berespons terhadap masukan-masukan di mana dibutuhkan kemampuan mengupas/meninjau (critiquing), menyatakan (declaring), menganalisa, menjelaskan, berdiskusi dan memutuskan (judging). Belahan otak kanan berkaitan dengan ritme, kreativitas, warna, imajinasi dan dimensi. Jadi belahan otak kanan berfungsi kalau manusia menggambar, menunjuk, memeragakan, bermain, berolahraga, bernyanyi, dan aktivitas motorik lainnya. Sebenarnya kedua belahan otak kiri dan kanan sama penting dan sama kuatnya. Mereka saling melengkapi satu dengan yang lain.

Kalau sampai saat ini kita lebih banyak menggunakan belahan otak kiri, apa yang terjadi kalau sekarang mereka memakai kedua belahan itu sekaligus ? Tentunya secara teoritis kita akan memiliki kekuatan otak yang ganda, karena memakai semua kapasitas otak yang dimilikinya. Apa yan dikatakan oleh Purdi E Chandra sangat benar dan saya dukung 100 %. Beliau sudah mempraktekan buah dari pemikiran bahwa untuk sukes, berhasil dan kaya seperti beliau tentu harus memaksimlah yang kanan atau pemikiran dengan mempergunakan otak kanan.

Mau Sukses Jangan Pakai Yang Kiri

Pemikiran Robert T Kiyosaki, if you want to be rich and happy, ya kalau ingin kaya, ngapain sekolah? Kalau di sekolah tidak akan happy dan kaya. Pendidikan kita tidak bikin happy, malah bikin stres anak. Porsi mainnya kurang. Sejak Taman Kanak-kanak sudah dipaksa main otak kiri. Mungkin itu karena dari menterinya sampai orang-orang tuanya itu otak kiri semua, kan? Dikatakan figur yang bagus itu yang profesor, yang doktor. Padahal kalau kita pilah, yang pintar sekolah memang jadi dosen, jadi dokter. Yang sedang-sedang saja jadi manajer. Tapi yang bodoh-bodoh sekolahnya malah jadi pengusaha. Penelitian di Harvard begitu. Ada penelitian jangka panjang terhadap 95 mahasiswa Harvard jebolan tahun 1940-an. Puluhan tahun kemudian, mereka yang kerap mendapat nilai tes paling tinggi di perguruan tinggi dulu ternyata hidupnya tak terlalu sukses dibandingkan dengan rekan-rekannya yang ber-IQ biasa saja. Dalam hal ini kesuksesan diukur lewat besaran gaji, produktivitas, serta status bidang pekerjaan mereka.

Dalam sebuah survei terhadap ratusan perusahaan di AS, terungkap pula faktor yang menjadikan seorang pemimpin atau manajer jauh lebih berhasil dari yang lain. Yang terpenting bukan kemampuan teknis atau analisis, tapi justru hal yang berkaitan dengan emosi atau perasaan dan hubungan personal. Empat hal yang paling menonjol adalah kemauan, keuletan mencapai tujuan, kemauan mengambil inisiatif baru, kemampuan bekerja sama dan kemampuan memimpin tim.

Keempat item diatas tadi adalah berhubungan dengan perasaan dan emosi (otak kanan). Nach semua ini jika dicermati menunjukan bahwa orang yang IQnya tinggi belum tahu bisa lebih sukses dari orang yang EQnya lebih tinggi. Yang IQnya tinggi lebih berkutat menggunakan otak kiri dan yang EQnya tinggi lebih banyak menggunakan otak kanannya. Hal itu terjadi karena IQ hanya berhubungan dengan kemampuan berpikir kritis dan analitis (otak kiri). Sedangkan EQ lebih banyak berhubungan dengan perasaan dan emosi (otak kanan).

Kanan Minoritas Tapi Teratas

Selain wajah dan bentuk tubuh, tangan juga merupakan kunci yang membedakan setiap orang. Tangan dapat membuka rahasia bagaimana si dia menangani dirinya sendiri.

Orang yang menggunakan tangan kanan, Ia seorang yang rasional dan logis. Ia unggul dalam hal perhitungan, tapi kurang memberi perhatian pada estetika.

Orang yang menggunakan tangan kiri Ia orang yang kreatif, intuitif dan memiliki kemampuan konseptual yang bagus. Balik kepada pembicaraan awal tulisan ini kita akan membahas tentang golongan kanan yang minoritas dibandingkan dengan golongan kiri yang mayoritas. Orang yang aktif menggunakan otak kirinya maka yang akan aktif adalah anggota tubuh sebelah kanan dan sebaliknya orang yang aktif menggunakan otak kanan anggota tubuh yang aktif adalah anggota tubuh sebelah kanan.

Simak juga pendapat para ahli bahwa otak manusia terdiri dari dua bagian besar yaitu: Conscious Mind atau dikenal dengan otak sadar dan Subconscious Mind atau dikenal dengan otak bawah sadar. Kapasitas dari potensi pikiran sadar manusia hanya sebesar 12% dari otaknya sedangkan sisanya adalah kapasitas potensi pikiran bawah sadar sebesar 88%. Dapat diibaratkan otak sadar manusia adalah seorang nakhoda sedangkan otak bawah sadar adalah ruang mesin (robot) yang siap melakukan perintah nakhoda. Sungguh ajaib dan sangat menakjubkan potensi otak manusia. Berdasarkan suatu penelitian seorang yang jenius dapat mengoptimalkan cara kerja otak sadarnya sebesar 5-6% dari kapasitas otak sadar manusia pada umumnya yaitu 12%. Salah satunya adalah Albert Einstein, seorang ilmuwan yang sangat tersohor, tapi jenis orang seperti ini tidak banyak hanya ± 100 manusia di dunia ini.

Menurut penelitian, Einstein lebih banyak menggunakan belahan otak kanannya (daya imajinasi yang kuat) sehingga Beliau dapat menghasilkan penemuan-penemuan yang spektakuler. Berdasarkan penelitian terbaru bahwa setiap sel otak yang tersambung dengan sel otak yang lainnya akan membantu proses berpikir. Semakin banyak sambungan sel dalam otak maka akan semakin cerdas otak kita. Dalam hal ini Albert Einstein telah melakukannya. Walaupun tidak ada data yang memastikanberapa banyak sel otaknya yang telah tersambung, yang pasti belum semua kapasitas dari otaknya digunakan. Tapi hasilnya sudah sangat luar biasa! Apalagi jika 100% dari kapasitas fungsi otaknya digunakan, pasti hasilnya lebih luar biasa, bukan?

Sedangkan manusia rata-rata hanya menggunakan kapasitas otak sadar kurang dari 4%. Apakah potensinya bisa ditingkatkan? Jawabannya sudah pasti bisa, asalkan tahu caranya dan mau melatihnya. Hanya ada satu juta orang di dunia ini yang mampu mengoptimalkan cara kerja otak sadarnya mencapai kapasitas 4%. Sudah pasti prestasi mereka sangatlah menakjubkan. Anda mau masuk golongan yang mana?

Secara alami Tuhan menciptakan manusia sangat sempurna. Namun banyak diantara kita yang belum menyadari dan mampu mengoptimalkan cara kerja otak kita. Sesungguhnya manusia tidak ada yang bodoh, manusia sebenarnya hanya belum tahu cara mengoptimalkan cara kerja otaknya. Dengan fakta-fakta dan kondisi yang luar biasa ini masih pantaskah kita mengeluh dan terus mengeluh? Sudah sepantasnya kita bersyukur atas rahmat Tuhan yang begitu besar dalam hidup kita.

Cara Untuk Memaksimalkan Otak Kanan

Agar otak kanan kita lebih dapat berfungsi dibandingkan dengan Otak Kiri kita ada hal-hal yang harus kita lakukan. Berikut langkah-langkah yang harus kita lakukan :

Pertama, kita harus lebih banyak menyukai kegiatan atau hobi di alam terbuka. Olahraga yang tidak ada hitung-hitunganya (otak kiri ngitung )

Misalnya : berenang, memancing, bersepeda, berjalan-jalan, lari-lari, berkemah, atau hiking. Kegiatan ini dapat mencerdaskan otak kanan.

Kedua, melatih diri untuk berpikir divergen atau menyebar, loncatloncat, bukan linier, berpikir yang aneh-aneh, dan suka humor. Sehingga, kita akan lebih mudah menemukan ide-ide kreatif.

Ketiga, mengaktifkan kemampuan bawah sadar kita. Latihan sederhana, misalnya bisa kita lakukan yaitu: di saat kita menerima pelajaran, mata dalam keadaan terpejam, atau mendengarkan radio sambil memejamkan mata tetapi tidak tidur.

Keempat, bisa lewat pendekatan religius, misalnya yang saya alami sendiri (menurut Purdi E.Chandra), yakni melakukan dzikir dalam hati. Dzikir dalam hati dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Dzikir itu akan membuat sesuatu itu terjadi. Sementara, intuisi yang tajam akan menunjukkan sesuatu itu terjadi. Cara lain yaitu dengan melakukan sholat malam, atau Tahajud, dan sholat minta petunjuk atau Istikharah. Puasa juga dapat mencerdaskan otak kanan

Nach jika anda dapat melakukan keempat langkah diatas mudah-mudahan kecerdasan otak kanan anda akan maksimal. Upaya mencerdaskan atau memberdayakan otak kanan itu sangat penting. baik itu untuk kepentingan kehidupan kita sehari-hari, maupun kegiatan bisnis.

Mulai Sekarang Ayo Jadi Orang Kanan

Maukan menjadi orang sukses, berhasil dalam usaha, kaya dengan cara usaha. Rasanya aneh jika tidak ada yang mengangguk dan mengatakan mau, tak tahulah jika anda masih menggunakan pikiran dari hasil olahan otak kiri anda.

Jika anda sudah memahami dan mengerti tentang betapa kuatnya pengaruh pikiran dari otak kanan yang bisa lebih banyak memiliki imajinasi yang kuat sehingga dapat menghasilkan penemuan-pemikiran, ide-ide, mimpi dan penemuan yang spektakuler. Orang kanan adalah orang minoritas yang dianggap makhluk aneh oleh orang mayoritas yang dasar pemikirannya berdasarkan hasil ”olahan” otak kiri mereka. Aneh karena jumlah sangat sedikit saja, padahal mereka lebih unggul, lebih superior, lebih berhasil dan rata-rata lebih mulia karena dengan kekraetifitasan mereka, imajinasi mereka yang spektakuler bisa membuka usaha dengan sukses dan bisa lebih unggul karena mereka kanan. Tak aneh jika pada awal tulisan ini saya mengatakan untuk mendahului , untuk menjadi orang sukses dan kaya pakai yang kanan. Dijalan raya sudah ada ungkapan atau boleh dikatakan peraturan bahwa untuk mendahului pihak lain kita harus pakai lajur kanan. Sekarang anda mau pilih yang mana mau tertinggal dengan pemikiran otak kiri atau maju, sukses, kaya dan mulia dengan pemikiran menggunakan otak kanan.

Otak kanan dalam tubuh kita itu sebenarnya adalah hati (yang menggunakan feeling) dan otak kiri itulah adalah kepala. Coba anda renungkan bagaimana proses pengeluaran keputusan yang kita buat dalam kehidupan kita sehari-hari. Yang pakai kepala diproses dari belahan otak kiri dengan menggunakan analisa, logika, hitungan, rumus dan prosesnya biasanya harus runtut, urut, jelas dan tidak bisa melompat-lompat. Berbeda dengan hasil keputusan yang dibuat oleh ”hati” cuma berdasarkan feeling semata dan prosesnya cepat dan boleh dikatakan tanpa mikir panjang. Nach sekarang coba jawab mau pakai yang mana. Kiri apa kanan.

Kata Mas Ippho Santosa kalau mau kencang dan laju harus mendahului , dan untuk mendahului kita pakai yang kanan. Yang kanan itu adalah hati yang kiri itu adalah kepala kita, maka itu gunakanlah hati. Intinya jika akan memulai melakukan suatu usaha jangan gunakan pikiran otak kiri dengan segala analisanya karena itu pasti akan berhitung, logika, ikut aturan baku sehingga yang bekerja adalah kepala. Yang mudah dan gampang adalah pakai otak kanan sehingga tidak rumit dan mudah karena adalah hati/perasaan. Ayo lakukan dengan yang kanan biar nyaman dan aman.



[1] Purdi E Chandra, www.pembelajar.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar