Kamis, 30 April 2009

# Kupasan I – 1

Mulailah Sesuatu Dengan Yang Kanan

Untuk berbuat dan melakukan sesuatu

pikiran kita memegang peranan utama.

Start-up awal ini sangat menentukan kiprah kita

Anda harus tahu apa yang mempengaruhinya

Maka itu selalu gunakan yang kanan dalam berpikir

Untuk bertindak dan berbuat sehingga dijamin

Anda akan sukses dan berhasil

MULAILAH SESUATU DENGAN YANG KANAN

Otak Kanan dan Kiri

Wow begitu membaca judul tulisan diatas tentu timbul suatu rasa penasaran (mudah-mudahan benar ya) tentang apa sih istimewanya yang kanan itu, sehingga kok timbul judul mulailah sesuatu dengan yang kanan.

Dalam pembicaraan sehari-hari kita sering mendengar suatu istilah langkah kanan, tangan kanan atau mau mendahului pakai yang kanan. Wah anda sudah tahu jawabannya ya. Kalau sudah tau saya tidak perlu melanjutkan lagi tulisan ini. Ha...ha bercanda saja kok, ya ialah pasti akan saya bahas dibawah ini.

jangan dulu bilang bosan sebab anda harus tahu bahwa “pemikiran” bosan yang negatif anda itulah yang lahir dari otak kiri. Aura negatif yang menstimulus pemikiran anda itu muncul dari hasil input dan outoput otak kiri. Anda pernah mendengar orang berkata waduh hari ini perasaan aku tidak enak, kurang sreg, tadi malam mimpi seram, mimpi giginya copot. Bisanya mimpi ini diartikan pertanda yang tidak baik, atau perasaan kurang sreg itu diartikan sebagai sesuatu yang tidak baik. Fenomena ini terjadi ditingkatan masyarakat yang “berpikiran” kekirian. Ini sudah semacam tradisi, sehingga jika kita mengalami hal seperti ini “perasaan kurang enak”dan “mimpi jelek” yang kita alami akan kita ingat-ingat terus dan ini namanya aura negatif (pikiran kiri karena berhitung-hitung dengan logika). Mau bepergian ingat, mau kerja teringat, mau naik motor/mobil teringat, mau melakukan apapun kita akan ingat terus dengan “perasaan kurang enak” dan “mimpi jelek”. Apa yang terjadi adalah kita terus menciptakan dan menarik aura-aura negatif sehingga bertambah banyak, pikiran kita jadi terkonsetrasi ke “perasaan kurang enak” dan “mimpi jelek” yang kita alami, sehingga kita tidak focus ke perjalanan kita sambil membawa motor/mobil, kepekerjaan kita, percakapan kita dan semua kegiatan kita. Nach apa kita bayangkan tentang hal-hal negatif yang akan terjadi pasti akan terjadi. Kenapa ? Yach gampang saja karena anda mengingat terus sehingga makin “mengkonsentrasikan” agar yang jelek itu terjadi. Anda sudah “mulai meniatkan” bencana atau boleh dikatakan anda meminta bencana itu datang dan menghampiri Anda. Ya sama dengan “berdoalah” ya……tentu akan dikabulkan oleh Allah atau Tuhan Yang Maha Esa. Jadi jangan pernah membayangkan dan menarik pikiran-pikiran negatif yang lahir dari otak kiri anda.

Istilah kanan ini menyiratkan bahwa memang dijagad bumi kita ini, kalau kita mau unggul dan lebih maju lebih mantap lebih sukses selalu gunakan yang kanan. Tetapi ingat orang kanan hanya minoritas saja dijagad ini dan yang banyak adalah orang kiri. Maka itu yang berhasil dan sukses jumlahnya sangat sedikit di Indonesia dan di dunia. Dan biasanya juga orang yang kiri yang jumlahnya minoritas ini dianggap rada aneh dalam konsep pemikiranya.

Berapa umur anda sekarang ? Wah ada yang baru lingkungan 20an, 30an, 40an, 50an dan 60an bahkan lebih. Bagaimana anda menyingkapi kehidupan selama umur anda diberikan oleh sang Kholik, Tuhan Yang Menciptakan Kita. Anda merasa cepat betul waktu berlalu meninggalkan kita. Tak terasa umur kita sudah seperti sekarang ini. Bagaimana pencapaian kehidupan anda, sukses sesuai keinginan atau biasa-bisa saja atau malah ada yang semakin turun. Coba anda cermati dan renuangkan 5 tahun yang lalu saya bagaimana dan apa pencapaian yang telah saya lakukan. 5 tahun yang akan datang apa yang akan saya lakukan. Apa kehidupan saya semakin baik atau sebaliknya. Eiit...jangan buru-buru menuding saya yang tidak-tidak ya. Jangan gunakan otak kiri anda dalam memaknai tulisan saya diatas. Otak inilah yang telah menjajah kita selama ini karena kita memang di”kurikulumkan” dari SD, SMP, SLTA dan Perguruan Tinggi selalu menggunakan otak kiri. Aduh bingung ya, dengarnya (emank sengaja dibikin bingung biar anda buat ikatan Orang Bingung Indonesia = IOBI). Simak apa yang dikatakan Pak Purdi E Chandra sang juragan laba-laba (labanya berlipat ganda) Primagama. Memang saya lihat pendidikan kita itu dari otak kiri saja. Padahal kalau kita garap yang kanan, porsinya banyak, maka otomatis otak kirinya naik. Tapi kalau kita banyakin kiri, kanan ndak ikut naik. Kanan itu adalah praktek. Orang yang akademik, sekolahnya pintar, IP atau nilai tinggi, dia tidak berani menentang teori. Jadi seperti robotlah mereka. Dia tidak berani membuat kreasi sendiri. Padahal hidup dia itu bukan di masa lalu. Hidup dia itu kan di masa datang, dan itu serba berubah cepat. Tidak ada yang sama dengan teori yang dia pelajari. Teori itu kan hasil temuan. Kenapa kita tidak bisa menemukan sendiri?

Masyarakat dan sistem pendidikan terlalu menekankan aktivitas mental belahan otak kiri”. [1]

Masyarakat umumnya lebih mementingkan analisis, logika, matematika dan jarang sekali memperhatikan atau kurang mengoptimalkan fungsi belahan otak kanan dalam pembelajaran (Khoo, Adam 1999). Pada kenyataannya memang sejak awal pendidikan tidak lebih dari 10 % mata pelajaran yang memakai fungsi belahan otak kanan, seperti kesenian dan musik. Bagaimana cara mendayagunakan belahan otak kanan atau memaksimalkan fungsi belahan otak kanan untuk pembelajaran?

Setiap belahan otak (kiri atau kanan) mempunyai fungsi yang berbeda. Belahan otak kiri berhubungan dengan logika, analisa, bahasa, rangkaian (sequence) dan matematika. Jadi belahan otak kiri berespons terhadap masukan-masukan di mana dibutuhkan kemampuan mengupas/meninjau (critiquing), menyatakan (declaring), menganalisa, menjelaskan, berdiskusi dan memutuskan (judging). Belahan otak kanan berkaitan dengan ritme, kreativitas, warna, imajinasi dan dimensi. Jadi belahan otak kanan berfungsi kalau manusia menggambar, menunjuk, memeragakan, bermain, berolahraga, bernyanyi, dan aktivitas motorik lainnya. Sebenarnya kedua belahan otak kiri dan kanan sama penting dan sama kuatnya. Mereka saling melengkapi satu dengan yang lain.

Kalau sampai saat ini kita lebih banyak menggunakan belahan otak kiri, apa yang terjadi kalau sekarang mereka memakai kedua belahan itu sekaligus ? Tentunya secara teoritis kita akan memiliki kekuatan otak yang ganda, karena memakai semua kapasitas otak yang dimilikinya. Apa yan dikatakan oleh Purdi E Chandra sangat benar dan saya dukung 100 %. Beliau sudah mempraktekan buah dari pemikiran bahwa untuk sukes, berhasil dan kaya seperti beliau tentu harus memaksimlah yang kanan atau pemikiran dengan mempergunakan otak kanan.

Mau Sukses Jangan Pakai Yang Kiri

Pemikiran Robert T Kiyosaki, if you want to be rich and happy, ya kalau ingin kaya, ngapain sekolah? Kalau di sekolah tidak akan happy dan kaya. Pendidikan kita tidak bikin happy, malah bikin stres anak. Porsi mainnya kurang. Sejak Taman Kanak-kanak sudah dipaksa main otak kiri. Mungkin itu karena dari menterinya sampai orang-orang tuanya itu otak kiri semua, kan? Dikatakan figur yang bagus itu yang profesor, yang doktor. Padahal kalau kita pilah, yang pintar sekolah memang jadi dosen, jadi dokter. Yang sedang-sedang saja jadi manajer. Tapi yang bodoh-bodoh sekolahnya malah jadi pengusaha. Penelitian di Harvard begitu. Ada penelitian jangka panjang terhadap 95 mahasiswa Harvard jebolan tahun 1940-an. Puluhan tahun kemudian, mereka yang kerap mendapat nilai tes paling tinggi di perguruan tinggi dulu ternyata hidupnya tak terlalu sukses dibandingkan dengan rekan-rekannya yang ber-IQ biasa saja. Dalam hal ini kesuksesan diukur lewat besaran gaji, produktivitas, serta status bidang pekerjaan mereka.

Dalam sebuah survei terhadap ratusan perusahaan di AS, terungkap pula faktor yang menjadikan seorang pemimpin atau manajer jauh lebih berhasil dari yang lain. Yang terpenting bukan kemampuan teknis atau analisis, tapi justru hal yang berkaitan dengan emosi atau perasaan dan hubungan personal. Empat hal yang paling menonjol adalah kemauan, keuletan mencapai tujuan, kemauan mengambil inisiatif baru, kemampuan bekerja sama dan kemampuan memimpin tim.

Keempat item diatas tadi adalah berhubungan dengan perasaan dan emosi (otak kanan). Nach semua ini jika dicermati menunjukan bahwa orang yang IQnya tinggi belum tahu bisa lebih sukses dari orang yang EQnya lebih tinggi. Yang IQnya tinggi lebih berkutat menggunakan otak kiri dan yang EQnya tinggi lebih banyak menggunakan otak kanannya. Hal itu terjadi karena IQ hanya berhubungan dengan kemampuan berpikir kritis dan analitis (otak kiri). Sedangkan EQ lebih banyak berhubungan dengan perasaan dan emosi (otak kanan).

Kanan Minoritas Tapi Teratas

Selain wajah dan bentuk tubuh, tangan juga merupakan kunci yang membedakan setiap orang. Tangan dapat membuka rahasia bagaimana si dia menangani dirinya sendiri.

Orang yang menggunakan tangan kanan, Ia seorang yang rasional dan logis. Ia unggul dalam hal perhitungan, tapi kurang memberi perhatian pada estetika.

Orang yang menggunakan tangan kiri Ia orang yang kreatif, intuitif dan memiliki kemampuan konseptual yang bagus. Balik kepada pembicaraan awal tulisan ini kita akan membahas tentang golongan kanan yang minoritas dibandingkan dengan golongan kiri yang mayoritas. Orang yang aktif menggunakan otak kirinya maka yang akan aktif adalah anggota tubuh sebelah kanan dan sebaliknya orang yang aktif menggunakan otak kanan anggota tubuh yang aktif adalah anggota tubuh sebelah kanan.

Simak juga pendapat para ahli bahwa otak manusia terdiri dari dua bagian besar yaitu: Conscious Mind atau dikenal dengan otak sadar dan Subconscious Mind atau dikenal dengan otak bawah sadar. Kapasitas dari potensi pikiran sadar manusia hanya sebesar 12% dari otaknya sedangkan sisanya adalah kapasitas potensi pikiran bawah sadar sebesar 88%. Dapat diibaratkan otak sadar manusia adalah seorang nakhoda sedangkan otak bawah sadar adalah ruang mesin (robot) yang siap melakukan perintah nakhoda. Sungguh ajaib dan sangat menakjubkan potensi otak manusia. Berdasarkan suatu penelitian seorang yang jenius dapat mengoptimalkan cara kerja otak sadarnya sebesar 5-6% dari kapasitas otak sadar manusia pada umumnya yaitu 12%. Salah satunya adalah Albert Einstein, seorang ilmuwan yang sangat tersohor, tapi jenis orang seperti ini tidak banyak hanya ± 100 manusia di dunia ini.

Menurut penelitian, Einstein lebih banyak menggunakan belahan otak kanannya (daya imajinasi yang kuat) sehingga Beliau dapat menghasilkan penemuan-penemuan yang spektakuler. Berdasarkan penelitian terbaru bahwa setiap sel otak yang tersambung dengan sel otak yang lainnya akan membantu proses berpikir. Semakin banyak sambungan sel dalam otak maka akan semakin cerdas otak kita. Dalam hal ini Albert Einstein telah melakukannya. Walaupun tidak ada data yang memastikanberapa banyak sel otaknya yang telah tersambung, yang pasti belum semua kapasitas dari otaknya digunakan. Tapi hasilnya sudah sangat luar biasa! Apalagi jika 100% dari kapasitas fungsi otaknya digunakan, pasti hasilnya lebih luar biasa, bukan?

Sedangkan manusia rata-rata hanya menggunakan kapasitas otak sadar kurang dari 4%. Apakah potensinya bisa ditingkatkan? Jawabannya sudah pasti bisa, asalkan tahu caranya dan mau melatihnya. Hanya ada satu juta orang di dunia ini yang mampu mengoptimalkan cara kerja otak sadarnya mencapai kapasitas 4%. Sudah pasti prestasi mereka sangatlah menakjubkan. Anda mau masuk golongan yang mana?

Secara alami Tuhan menciptakan manusia sangat sempurna. Namun banyak diantara kita yang belum menyadari dan mampu mengoptimalkan cara kerja otak kita. Sesungguhnya manusia tidak ada yang bodoh, manusia sebenarnya hanya belum tahu cara mengoptimalkan cara kerja otaknya. Dengan fakta-fakta dan kondisi yang luar biasa ini masih pantaskah kita mengeluh dan terus mengeluh? Sudah sepantasnya kita bersyukur atas rahmat Tuhan yang begitu besar dalam hidup kita.

Cara Untuk Memaksimalkan Otak Kanan

Agar otak kanan kita lebih dapat berfungsi dibandingkan dengan Otak Kiri kita ada hal-hal yang harus kita lakukan. Berikut langkah-langkah yang harus kita lakukan :

Pertama, kita harus lebih banyak menyukai kegiatan atau hobi di alam terbuka. Olahraga yang tidak ada hitung-hitunganya (otak kiri ngitung )

Misalnya : berenang, memancing, bersepeda, berjalan-jalan, lari-lari, berkemah, atau hiking. Kegiatan ini dapat mencerdaskan otak kanan.

Kedua, melatih diri untuk berpikir divergen atau menyebar, loncatloncat, bukan linier, berpikir yang aneh-aneh, dan suka humor. Sehingga, kita akan lebih mudah menemukan ide-ide kreatif.

Ketiga, mengaktifkan kemampuan bawah sadar kita. Latihan sederhana, misalnya bisa kita lakukan yaitu: di saat kita menerima pelajaran, mata dalam keadaan terpejam, atau mendengarkan radio sambil memejamkan mata tetapi tidak tidur.

Keempat, bisa lewat pendekatan religius, misalnya yang saya alami sendiri (menurut Purdi E.Chandra), yakni melakukan dzikir dalam hati. Dzikir dalam hati dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Dzikir itu akan membuat sesuatu itu terjadi. Sementara, intuisi yang tajam akan menunjukkan sesuatu itu terjadi. Cara lain yaitu dengan melakukan sholat malam, atau Tahajud, dan sholat minta petunjuk atau Istikharah. Puasa juga dapat mencerdaskan otak kanan

Nach jika anda dapat melakukan keempat langkah diatas mudah-mudahan kecerdasan otak kanan anda akan maksimal. Upaya mencerdaskan atau memberdayakan otak kanan itu sangat penting. baik itu untuk kepentingan kehidupan kita sehari-hari, maupun kegiatan bisnis.

Mulai Sekarang Ayo Jadi Orang Kanan

Maukan menjadi orang sukses, berhasil dalam usaha, kaya dengan cara usaha. Rasanya aneh jika tidak ada yang mengangguk dan mengatakan mau, tak tahulah jika anda masih menggunakan pikiran dari hasil olahan otak kiri anda.

Jika anda sudah memahami dan mengerti tentang betapa kuatnya pengaruh pikiran dari otak kanan yang bisa lebih banyak memiliki imajinasi yang kuat sehingga dapat menghasilkan penemuan-pemikiran, ide-ide, mimpi dan penemuan yang spektakuler. Orang kanan adalah orang minoritas yang dianggap makhluk aneh oleh orang mayoritas yang dasar pemikirannya berdasarkan hasil ”olahan” otak kiri mereka. Aneh karena jumlah sangat sedikit saja, padahal mereka lebih unggul, lebih superior, lebih berhasil dan rata-rata lebih mulia karena dengan kekraetifitasan mereka, imajinasi mereka yang spektakuler bisa membuka usaha dengan sukses dan bisa lebih unggul karena mereka kanan. Tak aneh jika pada awal tulisan ini saya mengatakan untuk mendahului , untuk menjadi orang sukses dan kaya pakai yang kanan. Dijalan raya sudah ada ungkapan atau boleh dikatakan peraturan bahwa untuk mendahului pihak lain kita harus pakai lajur kanan. Sekarang anda mau pilih yang mana mau tertinggal dengan pemikiran otak kiri atau maju, sukses, kaya dan mulia dengan pemikiran menggunakan otak kanan.

Otak kanan dalam tubuh kita itu sebenarnya adalah hati (yang menggunakan feeling) dan otak kiri itulah adalah kepala. Coba anda renungkan bagaimana proses pengeluaran keputusan yang kita buat dalam kehidupan kita sehari-hari. Yang pakai kepala diproses dari belahan otak kiri dengan menggunakan analisa, logika, hitungan, rumus dan prosesnya biasanya harus runtut, urut, jelas dan tidak bisa melompat-lompat. Berbeda dengan hasil keputusan yang dibuat oleh ”hati” cuma berdasarkan feeling semata dan prosesnya cepat dan boleh dikatakan tanpa mikir panjang. Nach sekarang coba jawab mau pakai yang mana. Kiri apa kanan.

Kata Mas Ippho Santosa kalau mau kencang dan laju harus mendahului , dan untuk mendahului kita pakai yang kanan. Yang kanan itu adalah hati yang kiri itu adalah kepala kita, maka itu gunakanlah hati. Intinya jika akan memulai melakukan suatu usaha jangan gunakan pikiran otak kiri dengan segala analisanya karena itu pasti akan berhitung, logika, ikut aturan baku sehingga yang bekerja adalah kepala. Yang mudah dan gampang adalah pakai otak kanan sehingga tidak rumit dan mudah karena adalah hati/perasaan. Ayo lakukan dengan yang kanan biar nyaman dan aman.

# Kupasan I – 2

Pindah Kuadran Suatu Keharusan

Tidak penting berapa kali Anda gagal,

yang penting berapa kali Anda bangkit.

[Abraham Lincoln]

Pindah kuadran adalah sebuah istilah

yang menjadi sangat populer lantaran

buku best seller bertajuk Rich Dad, Poor Dad

karangan Robert T. Kiyosaki.

Pindah Kuadran Suatu Keharusan

Tidak penting berapa kali Anda gagal,

yang penting berapa kali Anda bangkit.

[Abraham Lincoln]

Pindah kuadran adalah sebuah istilah

yang menjadi sangat populer lantaran

buku best seller bertajuk Rich Dad, Poor Dad

karangan Robert T. Kiyosaki.

Kerja Keras Pendapatan Kecil

Pindah kuadran suatu keharusan. Tentu dan pasti. Anda yang berada dalam posisi sebagai karyawan (employee = E) harus bisa pindah ke kuadran kanan (yaitu kuadran Bussiness Owner). Karena sebesar apapun gaji yang anda nikmati posisi anda bukan dalam zona terbaik.

Apapun profesi dan posisi Anda saat ini, masih ingatkah saat Anda menerima gaji atau komisi atau pendapatan untuk pertama kalinya ? Pada saat itu, apakah yang Anda rasakan ? Sebagian dari kita merasa sangat senang, bangga, bahagia atau mungkin juga merasa tidak puas. Berapapun jumlah yang didapat, nominal kecil ataupun nominal besar, rasanya sangat senang sekali bisa menghasilkan uang untuk pertama kalinya. Rasa senang pada saat mendapatkan uang untuk pertama kalinya, menjadi pemicu bagi semua orang untuk mendapatkan lebih banyak lagi.

Bagi sebagian orang, mungkin harus bekerja dengan menghabiskan 8 jam sehari atau ada juga yang menghabiskan lebih dari 12 jam sehari untuk bekerja. Sampai terkadang 'lupa' makan dan kurang tidur. Saat awal kita masuk dunia kerja untuk menghasilkan uang, di dalam otak kita mungkin dipenuhi dengan berbagai macam idealisme yang indah tentang bagaimana menghasilkan uang dengan lebih cepat. Saat itu, kita mungkin sangat bersemangat dalam menjalankan ide-ide itu. Namun kenyataannya, menghasilkan uang tidak pernah semudah yang kita bayangkan seperti saat baru saja lulus kuliah. Apa yang kita dapat dibangku kuliah, rasanya tidak relevan dengan kehidupan sebagai profesional.

Dalam perjalanan hidup kita, hal yang paling sulit adalah melakukan atau mendapatkan sesuatu untuk pertama kalinya, terutama dalam hal pekerjaan dan mendapatkan uang. Pada awalnya, sangat sulit sekali bagi kita untuk memperoleh pendapatan 1 juta yang pertama, bila kita sudah mendapatkannya, hal kedua yang paling sulit adalah mendapatkan 10 juta yang pertama, kemudian 100 juta pertama dan seterusnya.

Namun bila Anda telah mendapatkan suatu nominal tertentu, misal 50 juta dalam waktu 1 bulan; akan menjadi jauh lebih mudah untuk mendapatkan 1 juta dalam waktu 1 bulan, tergantung tunggangan apa yang kita gunakan.

Kuadran itu Apaan ?

Seperti yang disampaikan oleh Robert T Kiyosaki yang mengelompokkan jenis pekerjaan menjadi 4 kuadran.

K/E = Karyawan/Employee - Bekerja untuk perusahaan. Di kuadran ini, kita bisa mendapatkan jaminan pendapatan tetap dalam bentuk gaji. Konsekuensinya, waktu kita untuk perusahaan dan harus patuh pada atasan. Bila kita terlambat masuk kantor atau meliburkan diri sendiri, tentu akan mendapatkan sanksi dari perusahaan. Mungkin awalnya cashflowmendapat teguran sampai akhirnya dipecat. Dan tidak mungkin bila atasan memerintahkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan kita akan berkata "Bos, saya pengen tidur siang dulu, besok saja ya saya selesaikan laporannya !!"

P/SE = Profesional/Self Employee / Toko - Bekerja untuk diri sendiri. Jenis pekerjaan tidak memberikan pendapatan tetap seperti halnya Karyawan, namun memberikan potensi pendapatan yang luar biasa besar ataupun pendapatan yang biasa-biasa saja bahkan mungkin bisa lebih rendah dibandingkan karyawan suatu perusahaan. Karena semuanya tergantung pada diri sendiri, maka bisa disebut dengan pekerjaan yang memperkerjakan diri sendiri dan menggaji diri sendiri. Jenis pekerjaan ini, memberikan fleksibilitas waktu tapi kita tidak bisa berkata "ah, aku pengen liburan dulu 1 tahun, baru nanti kerja lagi !!"

U/BO = Usahawan / Pemilik Bisnis atau Business Owner - Sistem bekerja untuk pemilik.

I = Investor - Uang bekerja untuk kita (pemodal)

Pengalaman pribadi ketika alih profesi (pindah kuadran) menjadi pengusaha setelah puluhan tahun jadi karyawan, antara lain selalu “merasa sendirian” dan “konflik batin” dalam menjalani bahtera rumah tangga.

Pindah kuadran adalah sebuah istilah yang menjadi sangat populer lantaran buku best seller bertajuk Rich Dad, Poor Dad karangan Robert T. Kiyosaki. Isitilah ini merujuk pada perpindahan dari kuadran seorang pekerja (employee) bergerak menuju kuadran business owner atau entrepreneuer. Dari seseorang yang tiap bulan menerima gaji secara konstan, bergerak menjadi manusia mandiri yang create their own wealth.

Pilihan menjadi entrepreneur kini tampaknya memang tengah digandrungi banyak orang; dan ini tentu saja merupakan sebuah hal yang layak disukuri

Lima persen penduduk dunia menguasai lebih dari delapan puluh persen uang yang beredar saat ini. Di tingkat lokal, lima persen penduduk Indonesia menguasai sembilan puluh lima persen peredaran uang. Ini berarti sembilan puluh lima persen dari lebih dari dua ratus juta penduduk hanya memegang dan memperebutkan lima persen uang sisanya.

Sekedar membahasakan ulang teori Kiyosaki, sejak kecil kita diajari untuk menjadi pintar, bersekolah tinggi, mencari kerja dengan penghasilan besar atau jaminan uang pensiun. Sejak lama kita dididik untuk pandai dan menjadi employee (pekerja) bagi orang lain. Hanya sedikit orang yang memahami pengelolaan finansial untuk membuat uang bekerja untuk mereka, bukannya mereka yang bekerja demi uang. Juga yang membuat orang pintar bekerja untuk mereka, bukan mereka yang dipekerjakan.

Teori ini juga memberi gambaran dari Kiyosaki bahwa orang cenderung menganggap liabilitas sebagai aset. Orang kaya (dalam definisi ini, orang kaya adalah pemilik perusahaan besar atau investor profesional) mampu membedakan mana liabilitas, mana aset. Mereka mengembangkan aset agar bekerja untuk mereka dan terus menghasilkan uang. Sementara golongan menengah ke bawah menghabiskan sebagian uang mereka untuk memelihara liabilitas.
Pemilik aset inilah yang berada di kuadran kanan (bussiness owner dan investor) yang berjumlah kecil dan menguasai sebagian besar peredaran uang. Sementara kuadran kiri (employee dan self employee, segala macam pekerjaan diluar kuadran kanan) menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja pada orang lain dengan gaji yang kecil.

Kuliah atau Sekolah Kuadran Mana ?

Sejak dulu, sebagian besar dari kita mengikuti alur manusia pada umumnya. Setelah lulus sekolah atau kuliah, lantas menawarkan ijasah dan keterampilan kepada perusahaan milik orang lain. Alangkah enaknya jika kitalah pemilik perusahaan dimana orang lain menawarkan ijasahnya kepada kita. Sayangnya, mengutip kalimat A. Khoerussalim (sarjana Filsafat UGM yang kini menjadi super trainer bisnis, owner Country Donut), orang lebih suka berada pada jalur aman jika sudah menyangkut permasalahan uang. Tidak berani mengambil dan menghadapi resiko untuk mencoba sesuatu. Mereka lebih suka berpenghasilan tetap daripada tetap berpenghasilan. Siapa yang menjamin kita akan terus bekerja untuk perusahaan X? Siapa yang tidak khawatir dengan persiapan hari tua?
Kalau kita punya tabungan atau deposito sekian juta di bank, akan sangat membantu jika digunakan sejak sekarang untuk mulai membangun aset kita, untuk segera berpindah dari kuadran kiri ke kuadran kanan. Keuntungan bisnis dari investasi maupun membangun aset berkali lipat dibanding bunga bank yang hanya beberapa persen. Salah satu jalan kebangkitan ekonomi Indonesia adalah melalui munculnya entrepreneur pribumi yang berani bersaing dengan produk impor.

Yuk Pindah Kuadran

Last but not least, jangan pernah menyesal dan malah bangga menjadi pengusaha dan kita harus berhasil mengajak istri dan anak-anak dan keluarga serta teman-teman menjiwai spirit entrepreneur.

Berikut ini contoh rasa tidak enaknya menjadi pengusaha (rasa yang terjadi pada tahap awal), khususnya selepas dari profesi karyawan, antara lain :

1. Penampilan diri yang tidak OK lagi, karena harus menyesuaikan dengan situasi ruang lingkup bisnis, yakni pekerjaan bongkar muat produk, pengiriman order ke toko atau pelanggan rumah, bersih-bersih kantor dan gudang… persis buruh pasar yang selalu kepanasan dan keringatan.

2. Pakaian rapi berdasi, sepatu mengkilap dan tubuh wangi parfum tidak ada lagi, yang ada hanya pakaian casual / polo shirt, celana jeans, sepatu kets dan penuh aroma keringat.

3. Pressure jiwa karena ingin segera sukses sebagai pengusaha membawa dampak stress dan depresi mental, tidak heran bila berat badan langsung turun 5 kg.

4. Hampir setiap hari merasa pusing dan mual, kerja pontang panting nyaris tidak ada hasilnya.

5. Ya Tuhan it’s a real wild jungle zone… I was almost hopeless…

6. Godaan untuk kembali menjadi karyawan dengan comfort zone-nya selalu menari di depan mata, apalagi Presdir di perusahaan terakhir selalu menawari kursi empuk Direktur.

Negeri tercinta ini masih sangat membutuhkan barisan manusia mandiri yang berani mengambil resiko menjadi wirausahawan/wati. Sebuah keberanian untuk meretas jalan panjang demi meraih apa yang acap disebut sebagai financial freedom.

Pertanyaannya adalah : jika kita sudah terlanjur menjadi pekerja kantoran (employee) dan mungkin kini tengah menikmati sebuah comfort zone, apa yang mesti harus dilakukan untuk pindah kuadran? Dan kapan sebaiknya pindah kuadran? Tak ada jawaban baku disini, sebab seperti kata pepatah “ada banyak jalan menuju Roma”. Demikian pula, mungkin ada seribu jalan untuk melakoni proses perpindahan kuadran. Namun disini, saya hendak mendedahkan sejumlah catatan yang mungkin layak digenggam.

Catatan yang pertama adalah ini: kalaulah kelak Anda ingin menyodorkan resignation letter (jangan tulis surat pengunduran diri tapi surat pemajuan diri) dan bertekad bulat full time menjalani wirausaha, pastikan bahwa probalilitas keberhasilan bisnis/usaha yang akan Anda tekuni itu setidaknya berada pada kisaran angka 70 %. Pertanyaan berikutnya : dari mana angka 70 % diperoleh? Ya tentu saja berdasar analisa atas potensi pasar. Ini bisa dilakukan dengan cara observasi, survei secara sederhana, ataupun berdasar kisah kegagalan/keberhasilan serta pengalaman dari para pelaku bisnis di bidang yang akan Anda tekuni. Angka itu juga mesti memperhatikan kapabilitas internal Anda dalam menjalani usaha yang akan ditekuni. Namun pada akhirnya, semua juga terpulang pada your personal judgement. Kalau Anda bermental penakut, meskipun secara rasional hasil analisa menunjukkan bahwa 70 % usaha ini akan berhasil, namun mungkin hati kecil Anda akan selalu bilang “rasanya peluang bisnis ini untuk berhasil kok cuman 20 % saja….”. Wah, kalo begini mindset sampeyan, ya ndak jalan-jalan. Kalu begini, berarti mindset Anda yang perlu direparasi (silakan baca tulisan tentang mindset untuk merefresh mindset Anda).

Catatan yang kedua adalah ini : kalaulah Anda belum berani full time pindah kuadran, maka tentu saja Anda bisa menjalani apa yang di sebut sebagai “double kuadran”. Bekerja di kantor tetap dilakoni, namun perlahan-lahan mulai merintis bisnis secara mandiri. Kelak kalau roda bisnis itu ternyata bisa memberikan income yang memadai, baru kemudian mengajukan pengunduran diri (tapi surat nya berbaunyi pemajuan diri karena kita maju dari pekerja jadi pengusaha) dari kantor. Model semacam ini menjanjikan rute yang lebih aman, dan sudah banyak kisah keberhasilan yang tersaji melalui rute double kuadran ini. Melalui smart management atau juga melalui pengaturan waktu yang tepat, pilihan model ini rasanya sangat layak untuk dicoba.

Pertanyaan terakhir : lalu apa dong kira-kira bisnis yang harus di lakukan? Nah ini pertanyaan yang mudah dijawab. Silakan saja datang ke toko bukunya Gramedia atau toko buku terdekat di kota Anda. Disitu Anda akan segera melihat puluhan atau mungkin ratusan buku tentang beragam peluang bisnis : mulai dari kiat bisnis waralaba, peluang bisnis baju koko, bisnis rumah makan mak nyus, bisnis jualan obat, bisnis secara online, bisnis jualan air isi ulang, bisnis properti…….semua ada, tinggal dipilih-pilih mana yang paling cocok menurut Anda.

Cara kita bereaksi terhadap perbedaan perbedaan itulah yang menyebabkan kita tetap berada di suatu kuadaran atau di kuadaran lainnya. Ketika kita menyeberang dari kuadaran "E" ke kuadran "B", secara intelektual dia bisa memahami prosesnya, tapi ia tak bisa menanganinya secara emosional. Ketika muncul masalah, dan dia mengalami kerugian, dia tidak tahu harus melakukan apa untuk menyelesaikan masalah itu..., jadi, dia kembali ke kuadran di mana ia paling merasa nyaman. Ketika rasa takut kehilangan uang dan gagal menjadi terlalu menyakitkan, perasaaan yang sama sama kami miliki, dia memilih mencari rasa aman, dan aku memilih mencari kebebasan. Meski kita semua manusia, jika menyangkut uang dan emosi yang berkaitan dengan uang, kita semua memberikan reaksi yang berlainan. Dan cara kita bereaksi kepada berbagai emosi itulah yang sering menentukan kuadran mana yang kita pilih sebagai tempat memperoleh penghasilan. Dan jika ingin berhasil dalam kuadran mana pun, kita harus punya lebih banyak daripada sekedar ketrampilan. Dan juga harus tahu perbedaan inti yang membuat orang mencari kuadaran yang berbeda. Pahamilah itu, dan hidup akan jadi jauh lebih mudah. Semua orang dapat pindah kuadaran, tapi berganti kuadran tdak seperti berganti pekerjaan atau berganti profesi. Berganti kuadaran sering berarti mengubah inti siapa dirimu, caramu berpikir, dan caramu memandang dunia. Perubahan itu lebih mudah bagi orang tertentu daripada bagi yang lain hanya karena sebagian orang menyukai perubahan sedangkan yang lain menentangnya. Dan berganti kuadran seringkali merupakan pengalaman yang mengubah hidup. Ini adalah perubahan yang sangat besar seperti kisah abadi tentang ulat yang berubah menjadi kupu kupu. Bukan dirimu saja yang akan berubah, tapi juga teman temanmu. Ketika kau masih berteman dengan teman-teman lamamu, ulat mengalami kesulitan melakukan hal hal yang dilakukan kupu kupu. Jadi perubahan ini adalah perubahan besar, dan tidak banyak orang yang memilih untuk melakukannya.

Apa Perbedaannya :

Nilai inti adalah nilai nilai yang berasal dari jiwa jiwa mereka :

Kata - Kata Kuadran "E"

Seseorang yang berasal dari kuadran "E" atau pegawai, kemungkinan akan berkata : "Saya mencari pekerjaan yang aman dan menjamin, dengan bayaran tinggi dan tunjangan bagus"

Kata - Kata Kuadran "S"

Seseorang yang berasal dari kuadran "S" atau pekerja lepas, kemungkinan akan berkata : "Tarif saya $35 per jam " atau "Tarif komisi normal saya 6 persen dari nilai total" atau "Saya sepertinya tidak bisa menemukan orang yang mau bekerja dan melakukan tugas ini dengan besar" atau "Saya menggunakan 20 jam tenaga saya dalam proyek ini"

Kata - Kata Kuadran "B"

Seseorang yang beroperasi dari kuadaran "B" atau pemilik bisnis kemungkinan akan berkata :" "Saya mencari seorang presiden baru untuk menjalankan perusahaan saya"

Kata - Kata Kuadran "I"

Seseorang yang beroperasi dari kuadran "I" , atau investor, kemungkinan akan berkata : "Apakah cash flow saya berdasarkan tingkat laba internal atau tingkat laba neto ? "

Kata kata alah alat yang ampuh. Mendengarkan dengan cermat kata kata yang digunakan seseorang, dan kemudian akan tahu kata kata mana yang harus digunakan, dan kapan menggunakannya supaya bisa memberikan tanggapan yang paling effektif. Satu kata bisa membangkitkan semangat satu jenis orang sementara kata yang sama bisa sepenuhnya mematikan semangat orang yang lain. Untuk menjadi pemimpin yang baik, pertama harus menjadi pendengar yang baik. Jika tidak mendengarkan kata-kata yang digunakan seseorang. Anda takkan bisa merasakan jiwa mereka. Jika tidak mendengarkan jiwa mereka, anda takkan pernah tahu dengan siap anda berbicara.

Maka itu setelah selesai membaca kupasan tentang kuadran anda punya keharusan untuk segera pindah kuadran. Ayo kapan lagi, ingat jangan pakai otak kiri untuk pindah kuadran karena analisanya akan panjang dan melelahkan. Untuk pindah kuadran kanan pakai yang kanan. Benar kan ?

Keterangan :

Aset, definisi mudahnya sesuatu yang terus bekerja dan menghasilkan uang tanpa keterlibatan/meski ditinggalkan oleh pemilik. Misalnya perusahaan bagi owner dan investasi bagi investor.

Liabilitas, suatu benda yang mampu bekerja/menghasilkan uang tetapi membutuhkan pemeliharaan yang bisa menimbulkan pengeluaran baru atau mengurangi harga benda tersebut. Misalnya mobil dan rumah.

*) tulisan ini diramu dari berbagai sumber internet



[1] Purdi E Chandra, www.pembelajar.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar